Definition List

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer

Batu Loncatan Indonesia Sejahtera

Belakangan ini, sejak akhir tahun 2016 sampai awal 2017 sangat banyak peristiwa yang menguras energi bangsa. Ya, semuanya terjadi di masa-masa pilkada. Tetapi, keunikannya adalah pilkada yang diadakan serentak di berbagai daerah ini, memiliki fokus lebih besar pada pilkada ibukota saja. Pilkada di ibukota banyak diwarnai dengan tindakan-tindakan anarkis, terutama memasuki putaran kedua. Bahkan fitnah-fitnah menggunakan isu PKI juga digunakan, namun sepertinya tidak berhasil. Golongan tertentu diancam, dicaci maki, dan dianggap sebagai nonpribumi. Yang menjadi pertanyaan, siapa sebenarnya yang dianggap pribumi? Apakah kata-kata itu relevan digunakan? Ada yang dengan bebasnya mengacung-acungkan senjata di depan umum sambil mengeluarkan kata-kata agar menghilangkan nyawa seseorang yang membuat dia seolah-olah adalah Tuhan. Dengan mudahnya mereka menentukan siapa yang akan masuk surga dan siapa yang akan masuk neraka. Orang yang berbeda pilihan dimusuhi dan diancam, bahkan mayat juga diancam. Ada yang berdoa untuk keburukan orang yang berbeda pilihan dengannya. Sejak kapan berdoa tujuannya menghancurkan orang lain? Yang disembah Tuhan atau Iblis? Dengan semangatnya, ada yang ingin mengubah ideologi Indonesia. Peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan teroris di Terminal Kampung Melayu saja dianggap rekayasa. Kemana hati mereka? Apakah mereka tidak menghargai nyawa yang melayang? Bagaimana jika itu adalah orang-orang terdekat mereka?

Dari gejolak pilkada, dibuat meluas dengan dikaitkan ke presiden. Banyak sekali hoax yang disebar untuk memancing emosi pengikutnya, namun pengikutnya tetap saja lebih percaya kepada berita hoax tersebut. Apakah Indonesia akan jatuh karena peristiwa-peristiwa ini?

Sebenarnya hal ini juga terjadi pada pilpres 2014, hingga isu-isu dan fitnah yang dilakukan sangat mirip, namun sepertinya gagal. Kejadian-kejadian seperti ini bisa menjatuhkan Indonesia ke titik terendah, namun bisa juga menjadi batu loncatan untuk kebangkitan Indonesia yang lebih sejahtera. Hal ini terbukti dari kinerja Bapak Jokowi yang bisa dilihat hanya oleh orang-orang berpikiran jernih. Contohnya, siapa pikir harga BBM di seluruh Indonesia bisa sama? Proyek-proyek yang mangkrak selama bertahun-tahun di rezim sebelumnya dapat diselesaikan satu per satu.

Kenyataannya banyak oknum yang tidak suka dengan kemajuan Indonesia, termasuk Warga Negara Indonesia sendiri. Lalu, mencari cara untuk menjatuhkan presiden, hingga menggunakan ajang pilkada ini. Kebetulan, salah satu calon gubernurnya yang petahana adalah orang yang sangat berperan dalam mendukung kemajuan Indonesia melalui ibukota. Berani melawan koruptor dan tidak bisa diajak kongkalikong.

Tinggal menunggu waktu, kita akan melihat apakah proses kemajuan Indonesia akan berjalan mulus dan hal tersebut ditentukan sepenuhnya oleh masyarakat Jakarta melalui pilkada DKI Jakarta. Jangan mau menggadaikan suaramu, jangan takut diintimidasi karena ada aparat kepolisian dan TNI yang menjamin keamanan, dan berperanlah dalam pembangunan Jakarta sebagai ibukota Indonesia.

Kalaupun ternyata gagal di kondisi ini, masih ada kesempatan kedua di pilpres 2019. Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila. NKRI Harga Mati.


Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri.
Makin pudar persatuan dan kepedulian,
Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau dan peta.
-Bung Hatta-


Related Post:
Negeriku yang Kucinta (?)
Harapanku Untukmu
Kepedulian Mengingatkan Indahnya Bersyukur
Ingin Sukses? Ingat Filosofi Berikut
Indonesiaku Pancasilaku
Penyebab Sulitnya Memberantas Korupsi
Politik Indonesia Era Presiden Jokowi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. Mohon cantumkan sumber jika mengutip artikel
2. Share jika bermanfaat
3. Kritik, saran, dan pertanyaan Saudara sangat saya harapkan